Thursday, 17 September 2009

Nothing

Sejauh apa batas pengertianku padamu...
Sedangkan kau terus...dan terus menjadikan semua ini rumit

Pernahkah kau coba membaca apa yang tertulis dalam kalbu...
Seribu pertanyaan yang muncul dslsm pikirku hanya karena sikapmu

Pernahkan kau coba untuk pahami...
Arti sorot tajam mataku yang merindukan warna pelangi

Sejauh apa batas pemahamanku padamu...
Sedangkan kau setiap waktu mengeluh

Coba kau katakan padaku
Apa yang seharusnya aku lakukan...

Bila saja kau sedikit saja berikan kepekatan ini sedikit cahaya pengertianmu
Aku yakin...semua kelelahan ini akan terjawab

Pernahkan kau rasakan
Ketika aku berbaring menatap langit...
Ketika aku bersandar menatap ilalang dihembus sang bayu...
Pernahkah kau bertanya...

Tidak,
Semua seakan menjadi beban yang harus kutanggung sendiri
Tanpa bisa merasakan lelahku

Aku hanya mencoba untuk meraih...
Bertahan dan menahan...

Setiap kahampaan yang terus dan terus meluas seiring waktu
Meskipun kau ada disampingku

Entahlah...
Apakah aku harus menggoreskan kisah ini di batu hitam???

Tidak....
Aku akan tuliskan ini dalam sedalam-dalamnya hati

Agar hanya aku yang tahu
Agar Hanya aku yang rasakan...

Saturday, 1 August 2009

LUXURY SADNESS AND THE BLESSING HOPE FROM ALLAH SWT

Assalamualaikum

Ini sebuah Gemerlap Kesedihan

Terlebih ketika kesederhanaan ini membawa sederet masalah untuk dia
Meresap melalui pori-pori kulit ari yang menyisakan kesesatan untukku
Aku tersesat diantara geliat otak yang tak mampu ikuti pemikirannya tentang masa depan kami.

Lantas aku semakin terpuruk, marah dengan kemarahan yang takkan padam dalam waktu yang singkat...
aku tak bisa menahan akan setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya kehinaan yang aku dapat, estetik yang sempurna untuk sebuah hujatan padaku.

Selebihnya, tak ada yang bisa aku cecap.
Pahit...pahit...dan pahit...itu yang dia suguhkan padaku.

Rasa yang lama tersusun rapi dalam lemari hati dengan label 6 thn-pun tak kuasa mengelakkan aku dari kenyataan jika semua tak lagi sejalan dengan pemikiran dan tingkah polah kami.
Yang ada hanya eraman kesakitan, nafas-nafas panjang keluhan meskipun itu tak merubah semua menjadi lebih baik.

Resensi demi resensi aku baca, aku pahami, aku terapkan seperti hukum-hukum kimia-fisika-matematika tak juga memberi dampak pada cerita yang aku tak mampu menebak endingnya.

Psikolog...Psikiater...Guru spiritual...Metafisika atau apalah itu namanya tak ada satu petunjukpun yang aku dapat untuk merubah arah hubungan ini.

Nah...apalagi yang aku harapkan dari semua???
tak ada
hanya kosong...hampa...
diam dalam diam...
tenang dalam kebisingan hati...
apakah aku harus menyerah???
bukan ini buka penyerahan yang seperti itu...

"Lantas seperti apa?"

Ya...
ini adalah sebuah pertanda jika aku harus terus melaju...terus manatap masa depanku sendiri...
aku tak harus peduli jika apa yang akan aku lakukan akan sakiti dia...
aku tak peduli
karena aku hanya ingin yang terbaik untuk keluargaku...
untuk aku...
untuk masa depanku

PERSETAN DENGAN DIA

PERSETAN DENGAN HARGA DIRI

PERSETAN DENGAN SEMUA

AKU HANYA BUTUH TUHANKU
KITABNYA

yang selalu memberi pencerahan setitik demi setitik padaku

ALLAH tak pernah TIDUR sayang...

aku yakin itu...

ini bukan Putus Asa...

Ini adalah satu caraku untuk ungkapkan semua berat bebanku...
akan kamu
akan kita
akan semua...

Bukankah ini manuaisawi???

Ah cukuplah...

Assalamualaikum...

Selamat Malam Dan Semoga Allah SWT berikan semua Petunjuknya malam ini...

Amin...

Wednesday, 22 April 2009

*** *** ***

Assalamualaikum...

Mungkin tak ada lagi kepercayaanmu padaku, aku sadar apa yang telah aku lakukan adalah satu kesalahan. Tapi seandainya kau bisa menyikapinya dengan lebih bijak, kau akan temukan suatu kepastian disana jika aku tak seperti apa yang kau pikirkan.

Buat apa aku lakukan semua dengan cara itu, jika hanya dengan satu kali klik saja aku bisa dapatkannya.

Lalu, untuk apa aku lakukan itu pada seseorang yang aku sayangi...???

Ya...aku memang salah.
Tak ada tempat untuk seseorang yang melakukan kesalahan fatal menurut kamu dihatimu.
Tapi jika kau mau mengkaji lebih jauh, tak ada secuilpun niatku untuk lakukan itu.

Ah.....semua itu kulakukan hanya untuk keisengan aja. Gak lebih. Hanya untuk sedikit memberi pelajaran padamu untuk tidak sembrono. Tapi fatal akibatnya.

Aku sadari semua itu, akan aku melakukan apa saja untuk merebut kembali kepercayaan itu padaku.

Sekarang memang kau akan jauh denganku, tapi aku yakin dan aku orang yang selalu optimis jika hubungan ini akan lebih baik dari sekarang ataupun sebelumnya.

Tak sedetikpun aku akan melewatkanmu, tak sejengkalpun aku akan mundur dari sisimu.

Yang harus kau yakini adfalah...tak pernah aku berhenti untuk Mencintaimu....





Older Posts